Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap

yang jauh mendekat, yang dekat merapat, yang merapat jadi hangat, yang hangat tambah semangat

Kuncisme

Diakhir abad 19 orang-orang yahudi yang tersebar diseluruh penjuru dunia membuat ikrar yang ditindaklanjuti dengan suatu gerakan, yaitu gerakan orang-orang yahudi untuk berkumpul kembali di tempat nenek moyang mereka dulu lahir yaitu disekitar wilayah yang ditandai dengan gunung Zion, mereka bersatu padu secara maraton menyusun  blue print untuk mewujudkan idealisme itu. Butuh waktu ½ abad untuk sampai pada tujuannya. Singkat cerita, negara orang-orang yahudi akhirnya terbentuk dengan nama Israel, terlepas dengan segala kontroversinya.

Disini  tidak ingin  dikupas  lebih jauh tentang zionisme dan permasalahannya, tapi hanya mengambil  kesamaan nuansa psikologis, symptom tentang gerakan zionis tentulah tidak ideal. Tapi setidaknya ada tiga point penting yang bisa diadopsi secara positif yaitu kuatnya jaringan antar mereka yang sudah sekian lama tersebar dan kesamaan akan rasa ingat dan ingin kembali  (home sweet home) serta management yang mampu mengorganisasi dan menjaga momentum  sehingga dapat menjamin konsistensi dan kontinuitas gerakan.

  • Jaringan
sistem jaringan bisa menunjang banyak keberhasilan

sistem jaringan bisa menunjang banyak keberhasilan

Sejarah yang membeberkan bukti bahwa sistem jaringan bisa menunjang banyak keberhasilan. Sebagai contoh, dalam sistem perdagangan kita kenal sistem distribusi jaringan antar produsen-distributor-agen-pengecer, MLM antara prinsipal dan upline-downline, komputer dengan jejaringan yang menghubungkan antar komputer client dan server sebagi Host. Dengan memantapkan sistem jaringan alumni, kita akan mendapat banyak hal yang tidak terbayangkan sebelumnya, seperti menemukan teman lama , mendapatkan teman-teman baru , atau bahkan mungkin ada deal bisnis. Yang jelas, secara komunal, jaringan akan lebih memudahkan kita menularkan  greget dan saling meberi semangat. Saat ini jaringan berbasis teknologi informasi  sudah terbentuk, baik internet maupun komunikasi selular tinggal kuantitas dan kualitas yang terus kita etingkatkan. Dari hari ke hari, jumlah alumni yang terjangkau jaringan kian bertambah secara signifikan, perkembangan ini tentu sangat menggembirakan kita semua. Begitu juga, kualitas akan terus ditingkatkan, mengingat kita memiliki sumberdaya yang qualified di banyak bidang, termasuk teknologi informasi dan komunikasi, jika resource ini kita menej dengan baik, maka kita akan mempunyai klan yang cukup besar, yang akan memberi efek timbal balik.

  • Home sweet home

Ingat suasana waktu kita dahulu berada disana, dan ingat kita harus melakukan apa untuk membalas budi. Rasa ingin kembali begitu kuat, begitu mendalam sampai merasuk ke sendi-sendi batin.

Setiap alumni tentulah punya ikatan batin terhadap nuansa haru biru sekolah. Dalam interaksi tentu ada kenangan indah , kenangan yg mengecewakan, yang menyedihkan whatever lah,  kenangan itu suatu saat membuat kita merenung, tersenyum bahkan tertawa, ingin mengulang atau bahkan ingin cepat-cepat melupakan.

Jika perasaan itu terkumpul dari ratusan bahkan ribuan alumni, maka akan menjadi energi potensial, yang akan memudahkan kita menemukan  jalan untuk kembali ke ‘rumah kita’.

Kembali tidak harus secara harfiah datang physically, tapi kembali sesuai dengan kebisaan kita. Tak bisa fisik, pemikiran dan batin pun jadi.

Kata pepatah kuno, dimana ada kemauan, ya ndilallah ada jalan, rasanya masih relevan.

  • Management

Suatu tujuan dan hajat besar tentulah membutuhkan management yang baik yang berfungsi untuk merancang program , melakukan capacity planing  atas resource yang tersedia dan banyak fungsi keorganisasian  lainnya. Pada tahap pre-kondisi, fungsi management juga bisa meng-encourage element-element yang ada, sehingga akan terasa nyata eksistensinya, dan akhirnya semuanya bisa merasakan getaran yang sama dan siap untuk memulai suatu gerakan!.

Trah alumni adalah keluarga yang sangat besar, dengan keunikan yang kian tahun kian komplit, jika kita bisa mempersatukan dalam satu wadah, maka akan menjadi interaksi yang indah. Di zaman teknologi komunikasi maju seperti sekarang, kemungkinan yang dulu kelihatan mustahil, ternyata lambat laun terjawab dan bisa.

Wacana sudah kita ditindaklanjutkan dengan operational action. Setidaknya kita sudah memulai, sudah ada beberapa wadah, sudah memulai dengan menyamakan persepsi, konsepsi dan sambil berbagi rasa. Memang , seperti kita sedang membuat suatu re-konstruksi besar, rekonstruksi dari bangunan yang pernah tercerai berai,  tak bisa instant. Kita sedang mengumpulkan segala sesuatunya  untuk kembali menjadikan kontruksi yang kuat.

Kenapa kesan pertama kita belum berhasil menyatukan persepsi? Jawabannya karena kita baru mulai. Masing-masing kita harus menularkan semangat kebersamaan, semangat Kuncisme.

Kita percaya dengan kemampuan teman-teman untuk menjadi bagian dari proses ini, semua tentu mempunyai peran, karena memang semuanya  bagian dari sejarah.

Tidak mustahil, kalau pada suatu saat nanti akan ada arus besar menuju Kuncisme, bak  kafilah-kafilah  besar berjalan beriringan berkumpul menuju gunung Kunci.

Impian  ini bukanlah harapan materiil, diamana  secara fisik kita kembali, melainkan gambaran emosional, bahwa ada  suasana kebatinan yang kuat untuk bersama-sama mengingat, mengenang, dan melakukan sesuatu, sesuatu yang menggetarkan dan dapat membuat kita marasakan  haru yang mendalam.

Akhirnya  harapan ini kutebarkan untuk teman-temanku tercinta , teriring doa semoga kita semua dalam ridlo Tuhan Yang Maha Esa. Amiin.

From a friend with love

Sarkim (A1 : 1984 – 1987)

ilustrasri jaringan dari sini

12 responses to “Kuncisme

  1. jule February 23, 2009 at 12:56 pm

    great,,,
    semacam pecut…
    semakin dan makin membuat semangat yang tadinya sedikit membara,,,jadi berkobar..bak si jago merah melalap rumah2 penduduk(walah..perumpamaan yang aneh..hehe…)…berkilat2 ….

  2. SANGAT PERLU PROFILE GENERASI KE GENERASI. February 23, 2009 at 1:34 pm

    Betul sekali apa yang dijabarkan Penulis , dalam hal ini untuk memajukan dan bersatu padu membangun keluarga besar yang harmonis dan penuh tanggung jawab, satu misi ,satu visi, rapatkan barisan, samakan shaf kita jalin kekeluargaan yang sehat dan dinamis. Namun disini kita butuh dan perlu Leader yang tangguh pula untuk menghimpun atau menyatukan kemabli “Balung Pisah ” yang sudah betingkat -tingkat dan tersebar ke seluruh penjuru Dunia, Dimana satu tingkat dengan tingkat yang lainya sudah kehilangan komunikasi, Sementara wadah sudah dibuat dan siap digunakan tetapi sejauh mana kita gembar -gemborkan dengan semangat yang keras kepada mereka-mereka yang sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak sempat untuk menjenguk atau MENILIKI, Wadah yang kita Buat ini hanya sekedar untuk mencantumkan Nama dan Generasi Tahun keberapa…agar kita bisa terus bergandengan tangan dan berbondong-bondong menuju KUNCISME. Dipandang sangat perlu sekali apabila ada kolom tersendiri yang mencantumkan Profile dari generasi ke generasi, Tentunya Data Profile Itu Bisa diambil dari Bukit Kunci yang berdiri sangat kokoh dan maju hampir seperempat Abad. Dengan harapan adanya kolom profile dari generasi ke generasi berikutnya akan menambah semangat yang keras mengajak bergandengan tangan menuju KUNCISME. Adios muco Gracias.

  3. prie February 23, 2009 at 1:49 pm

    anu garep ngomong apa ya…bingung…ora sidalah..
    kirim kirim salam baelah :
    untuk semua alumni
    ucapanya :
    nikmati aja hidup ini apapun kondisinya….
    terus
    untk yg terdalam dihatiku saat ini
    ucapanya :
    kapanane ketemu tek caplok koe (jgn welut cabe ijo)..

  4. jakober February 25, 2009 at 11:10 am

    top top top

    tnx buat kang sarkim

  5. Jimmy March 25, 2009 at 1:11 pm

    punten bae kang, kon ngomentari sing ilmiah aku wis ora landep,tapi aku juga tidak menaifkan fitrah kita untuk senantiasa Gregarioness.
    KUNCIisme buatku adalah filosofi abu2 putih !
    mung kaya kuwe thok tafsirku atas bahasa menterengmu.

  6. Trimo Leksono April 3, 2009 at 2:41 am

    mangtabs gan…
    keep posting😀

  7. tuti w-a1-88 June 6, 2009 at 12:38 pm

    aku melu ah….

  8. Sarkim msg to Tuti and the gank June 8, 2009 at 2:17 pm

    Hi Tuti, apa kabarmu?

    yang teringat dari tuti, she was the only one girl in A1-88.
    jd ngga susah membedakan tuti dg A1-88 yg lain.

    salam
    Sarkim / mie_keras@yahoo.com

  9. Junanda A1-88 June 8, 2009 at 4:32 pm

    Bener mas Sarkim,…..
    mang Tuti satu-satunya wadon nang klase A1-88.
    Dulu klo ga keliru ada lomba CCP4 yg dikomandoi mas Sarkim sampai tingkat Kabupaten, sekarang masih ada ga ya,….
    Salam Sukses
    Junanda@telkom.co.id

  10. purwati August 10, 2009 at 10:26 am

    wah mas mba, aku kagum sama kalian yang udah pada kompak dari alumni 88,mas,mba,mungkin waktu itu aku belum lahir malah yah…tapi aku setuju banget kalau kunciesme membuat rasa home sweat home yang mendalam.salam kenal aja ya mas,mba,aku alumni IA3 2007,pur_w4t1@yahoo.co.id

  11. Deny Urip Pranata August 17, 2009 at 2:43 am

    salam kenal aja lah buat angkatan 1995 yg lulus 1998

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: