Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 1 Sidareja Cilacap

yang jauh mendekat, yang dekat merapat, yang merapat jadi hangat, yang hangat tambah semangat

The Real Adventures of Nyu Tanti (Camp Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi, 4 Februari 2009, pukul 23.15 WIB)

Ini adalah hari kesepuluh perjalanan atau lebih tepatnya petualangan saya bersama dua orang teman baru saya dari Way of Wining (WOW) Komunindo. Sembilan hari sebelumnya saya telah melakukan perjalanan panjang untuk survey lokasi di beberapa grup bisnis. Perjalanan dimulai dari Site Kabuau, Sampit-Kalimantan Tengah, kemudian Kintap dan Barabai-Kalimantan Selatan, Kapuas-Kalimantan Tengah dan berakhir di Jambi. Perjalanan panjang ini akan berakhir 3 hari kedepan, atau 7 Februari 2009.

 

Lelah dan kadang jenuh itu yang terjadi pada diri kami. Jika diibaratkan sebuah handphone, maka kondisi kami sudah muncul alert low batery. Masih ada tiga hari yang harus kami lalui dengan aktifitas yang padat dan perlu energy tinggi. Kami harus tetap semangat, menampakan wajah siap sedia dan selalu tersenyum manis agar semua orang senang dengan kehadiran kami. Saya sangat menikmati perjalanan ini.

 

Betapa tidak, pertama saya harus mengerjakan project yang benar-benar baru kali ini saya alami. Dengan menjadi koordinator project ini, saya banyak mendapatkan wawasan dan ilmu baru tentang dunia menulis script dan banyak hal baru lainnya.

 

Kedua, saya bekerjasama dengan 2 orang dari Production House yang baru saya kenal saat perjalanan akan dimulai. Satu orang adalah cameraman dan satu orang lagi adalah producer sekaligus fotographer. Banyak hal yang saya peroleh dari mereka. Tentang perfilman, periklanan, fotography sampai detail sinematografi. Mereka dua teman baru saya yang hebat. Disiplin, kecepatan dan ketepatan membaca situasi, ketenangan dan solidaritas tinggi adalah empat nilai utama yang saya pelajari dari dua teman baru saya. Terimakasih untuk semua ilmu dan pengalamannya!

Ketiga dan paling saya nikmati adalah betapa selama sepuluh hari ini saya sudah bertemu dan berkenalan dengan ratusan teman baru. Saya adalah orang yang gila teman. Dalam hidup saya, bertemu dan mengenal orang baru adalah salah satu anugerah terindah. Mereka adalah harta tak ternilai.

Hari ini, sejak pagi buta, pukul 04.00 WIB, saya sudah berlomba dengan waktu menuju Camp Kalapan, untuk bertemu dengan puluhan anak-anak Sekolah Dasar yang akan berangkat menuju sekolah mereka masing-masing. Saya sangat antusias menemui mereka. Tiba di Camp, puluhan anak-anak sudah rapi, kompak dan menunjukan semangat serta keceriaan, berjejer di Dermaga Kanal. Mereka akan naik ketek (perahu kayu bermesin) untuk menuju ke sekolahnya. Melihat kami datang, anak-anak tersebut bersorak girang dan menghambur. Mereka sudah sangat menantikan kami.

Saya terkaget dan terharu ketika anak-anak tersebut menyapa saya dengan panggilan Bunda. Panggilan yang sangat indah. Mereka berebut mendekat dan memeluk saya. Saya menyambut pelukan mereka. Step by step pekerjaan saya bersama anak-anak sudah dijalani dan berakhir pukul 06.30 WIB. Para orang tua yang hampir tidak pernah mengantar anak-anaknya sampai ke Dermaga, hari ini turut nimbrung untuk melihat hal baru dalam hidup mereka. Shooting!! Selesai pekerjaan, saya melepas anak-anak naik ke ketek. Mereka mencium tangan saya, dan sebagian minta dipeluk. Indah sekali!

Ketek melaju, membawa anak-anak beserta dengan segenap asa dan cita mereka. Jadilah anak yang baik anak-anakku! Ketek menghilang dari pandangan mata. Tapi keceriaan dan semangat mereka tidak akan pernah hilang dari ingatan saya. Para orang tua masih berkumpul di Dermaga. Sang cameraman mendekati saya dan berbisik. Dia mengatakan, bahwa ada seorang ibu yang menangis karena ingin bertemu saya. Saya kaget dan lebih tepatnya bingung. Siapa, kenapa menangis, ada apa?? Ok, mana? Saya berbalik badan untuk mendekati ibu yang dimaksud. Cameraman berjalan mendahului saya, kemudian membimbing ibu itu menuju ke arah saya.

Tampilannya sangat sederhana. Wajahnya sembab dan kelopak matanya dipenuhi air mata. Masih ada tanda tanya besar dalam hati saya. Siapa ibu ini, apa saya punya salah padanya, bagaimana mungkin, sedangkan ini adalah pertama kali saya menginjakan kaki di negeri Kumpeh. Saya mendekat. Ibu itu langsung memeluk saya erat sekali. Saya sambut pelukannya. Saya biarkan dia terisak. Saya masih saja tidak mengerti, ada apa gerangan dengan ibu yang satu ini. Semua mata memandang kami. Saya masih saja bingung dengan yang terjadi.

Saya usap bahu sang ibu. Mencoba menenangkannya. Kenapa, bu? Tanya saya. Sang ibu mulai tenang. Satu tangannya tetap memeluk pinggang saya. Perlahan dia katakan, bahwa dia teringat dengan putrinya yang baru saja meninggal karena tenggelam di kanal. Wajahnya mirip saya. Pelukan ibu itu kian erat. Pelukan saya padanya juga tak kalah erat. Saya terhanyut dengan situasi ini. Air mata saya jatuh. Air mata simpati dan empati saya untuk sang ibu. Ibu Saidah. Takdir tak dapat ditolak. Semoga arwah putrinya mendapat ketenangan di alam sana. Amin.

—–

Pukul 07.30 WIB, kami harus berpamitan dari Camp Kalapan untuk menuju lokasi lain. Sebelumnya selama tiga puluh menit kami sibuk melayani ibu-ibu dan bapak-bapak yang ingin berfoto dan minta dituliskan alamat rumah kami. Saya bersama dengan dua teman saya melayani mereka dengan suka cita. Be celebrity is so sweet…Hahahaha. Pantas saja begitu banyak manusia yang berambisi ingin menjadi selebriti.

Selesai jumpa fans, kami bergerak menuju ke Camp Puding, lokasi dimana 2 orang karyawan kami baru saja meninggal karena diterkam harimau. Saya beranikan diri untuk ikut dalam petualangan mencari jejak harimau Sumatra ini. Ini akan menjadi salah satu dokumenter dalam film yang akan di buat. Konservasi Harimau Sumatra. Tim dipandu oleh teman-teman dari Dinas Kehutanan. Adrenalin saya terpompa. Saya satu-satunya wanita yang tergabung dalam tim. Saya tertantang untuk ikut, karena saya ingin tahu bagaimana cara orang mengevakuasi harimau, kemudian dikonservasi. Sampai tengah hari kami tidak mendapatkan apa yang kami mau. Saya harus puas dengan hanya melihat tapak kaki harimau yang membekas di tanah gambut. Tidak masalah…Saya tetap puas menikmati jalan setapak di hutan Jambi. Setidaknya setiap tapak di sela rimbun pepohonan disana telah mengenal hembusan nafas saya.

Petualangan hari ini baru berakhir pada pukul 19.50 WIB. Lelah, itu pasti. Setengah harian kami terpanggang dibawah sinar matahari. Belum lagi saya harus tercebur di kanal air gambut yang hitam pekat sepulang dari Camp Puding. Meski lelah, saya tetap semangat untuk memulai hari esok. Saya merasakan kepuasan yang tidak terbayarkan oleh materi. Saya sangat puas melihat kulit saya menjadi sangat gelap (gosong) dan rambut beraroma matahari, karena bersamaan dengan terbakarnya kulit saya, tercipta berjuta warna baru dalam hidup saya. Demi Tuhan, warna hidup yang sangat indah!!

—–

Petualangan, buat saya seperti candu yang memadui (bukan meracuni) seluruh denyut nadi di tubuh saya. Efek dari candunya melebihi efek putaw, shabu-shabu, morpfhin dan jenis psikotropika lain. Saya sudah menjadi pecandu petualangan. Semakin sulit dan beresiko, saya semakin tertantang. Saya selalu rindukan petualangan- petualangan lain.

(Untuk Udi dan Edward : sangat senang mengenal dan bekerjasama dengan

kalian. Kalian adalah salah dua temanku yang hebat! I luv u all.)

 Best regards

Tanti 1996

 (seperti dikirimkan oleh  Tanti di Milist SMU)

3 responses to “The Real Adventures of Nyu Tanti (Camp Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi, 4 Februari 2009, pukul 23.15 WIB)

  1. smansasidareja March 2, 2009 at 8:44 am

    wah nyu tanti…joss TOPBGT yah

  2. bowo'06 March 2, 2009 at 6:42 pm

    ea

    salut m yu Tanti……

    :putnam:

  3. jule June 4, 2009 at 9:24 am

    jempol papat untukmuu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: